- Books

Bekisar Merah

Bekisar Merah Edisi cetak ulang yang terdiri atas Bekisar Merah dan Belantik Bekisar adalah unggas elok hasil kawin silang antara ayam hutan dan ayam biasa yang sering menjadi hiasan rumah orang orang kaya Dan ad

  • Title: Bekisar Merah
  • Author: Ahmad Tohari
  • ISBN: 9789792266320
  • Page: 452
  • Format: Paperback
  • Edisi cetak ulang yang terdiri atas Bekisar Merah dan Belantik Bekisar adalah unggas elok, hasil kawin silang antara ayam hutan dan ayam biasa yang sering menjadi hiasan rumah orang orang kaya Dan, adalah Lasi, anak desa yang berayah bekas serdadu Jepang yang memiliki kecantikan khas kulit putih, mata eksotis membawa dirinya menjadi bekisar di kehidupan megah seorangEdisi cetak ulang yang terdiri atas Bekisar Merah dan Belantik Bekisar adalah unggas elok, hasil kawin silang antara ayam hutan dan ayam biasa yang sering menjadi hiasan rumah orang orang kaya Dan, adalah Lasi, anak desa yang berayah bekas serdadu Jepang yang memiliki kecantikan khas kulit putih, mata eksotis membawa dirinya menjadi bekisar di kehidupan megah seorang lelaki kaya di Jakarta, melalui bisnis berahi kalangan atas yang tak disadarinya.Lasi mencoba menikmati kemewahan itu, dan rela membayarnya dengan kesetiaan penuh pada Pak Han, suami tua yang sudah lemah Namun Lasi gagap ketika nilai perkawinannya dengan Pak Han hanya sebuah keisengan, main main.Hanya main main, longgar, dan bagi Lasi sangat ganjil Karena tanpa persetujuannya, Pak Han menceraikannya dan menyerahkannya kepada Bambung, seorang belantik kekuasaan di negeri ini, yang memang sudah menyukai Lasi sejak pertama melihat wanita itu bersama Handarbeni Lasi kembali hidup di tengah kemewahan yang datang serba mudah, namun sama sekali tak dipahaminya Apalagi kemudian ia terseret kehidupan sang belantik kekuasaan dalam berurusan dengan penguasa penguasa negeri.Di tengah kebingungannya itulah Lasi bertemu lagi dengan cinta lamanya di desa, Kanjat, yang kini sudah berprofesi dosen Mereka kabur bersama, bahkan Lasi lalu menikah siri dengannya Namun kaki tangan Bambung berhasil menemukan mereka dan menyeret Lasi kembali ke Jakarta Berhasilkah Kanjat membela cintanya, dan kembali merebut Lasi yang sedang mengandung buah kasih mereka

    • [PDF] Õ Free Read ☆ Bekisar Merah : by Ahmad Tohari ↠
      452 Ahmad Tohari
    • thumbnail Title: [PDF] Õ Free Read ☆ Bekisar Merah : by Ahmad Tohari ↠
      Posted by:Ahmad Tohari
      Published :2018-06-06T10:39:07+00:00

    1 thought on “Bekisar Merah

    1. Keindahan Dalam Kesederhanaan Kata-kataBaiklah, saya bicara tentang Lasi. Lasiyah nama lengkapnya. Perempuan ini adalah tokoh utama dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari (AT). Sosoknya yang muda, cantik, berkulit putih, bermata eksotis, dan berwajah seperti orang Jepang membuat banyak lelaki tertarik padanya. Senyumnya mampu menggoyahkan iman para lelaki, baik yang alim maupun yang bangsat. Lasi adalah sosok perempuan kampung yang lugu, polos, namun tabah dan pasrah menjalani guratan nasi [...]

    2. Dibandingkan buku Ahmad Tohari yg lain, entah kenapa gw nggak terlalu suka sama yg ini. Plotnya terlalu mirip dengan Ronggeng Dukuh Paruk meski lokasi dan tokohnya beda. Sifat Lasi dan Kanjat, agak mirip sama Srinthil dan Rasus, sedikit modelan damsel in distress dan pria-nya agak lelet ngambil keputusan.Ke-khas-an Ahmad Tohari dalam menggambarkan setting masih terasa. Bagaimana damai dan indahnya Karangsoga, meski penduduknya hidup serba kekurangan dan kelaparan, namun tidak pernah patah semang [...]

    3. Ahmad Tohari menyuguhkan rimba kehidupan dari dua sisi yang berbeda. Pertama, rimba pedesaan yang masih diapit oleh rimba pohon, dan kedua, rindangnya masalah dalam rimba kehidupan kota. Twisting plot yang disuguhkan dalam tempo cepat tentang betapa jauh rentang perbedaan antara desa dan kota dalam menghadapi satu masalah, dibumbui drama kehidupan, membuat kesan sederhana yang tersirat dari tokoh, berkembang menjadi kompleks dan semakin jauh dari titik pijak awal. Setting waktu di dekade awal pe [...]

    4. ya, rhe hanya memberi 2 bintang untuk tulisan ini. ga tau berapa bintang jika membaca buku awal na -yang ga digabung-. ada yang bisa ngasih tau apakah edisi ini isi na sama dengan buku bekisar merah dan belatik waktu diterbitkan terpisah?kembali lagi soal 2 bintang. kenapa 2? cz penulis iseng menggelitik dan nyentil issue sosial dan politik saat itu tapi kesan na hanya nyolek aja. andai issue sosial dan politik itu adalah manusia, kesan na dia hanya tau nama doang, ga main bareng :Dmenyingkapi t [...]

    5. Ahh hidup Lasi di Belantik tidak sekompleks di Bekisar Merah. Lasi seakan-akan tidak bisa belajar dari pengalaman. Lasi memang polos, tidak tahu apa-apa, penurut. Tapi apakah ingin untuk terus-terusan menjadi sosok yang berkepribadian polos dan nrimo?Kanjat, kau sebagai laki-laki haruslah berani. Aku tidak melihat sedikitpun usaha yang kau lakukan untuk Lasi. Setidaknya lakukanlah atas nama cinta.***Aku ingin cerita yang luar biasa di Belantik, sama luar biasanya dengan Bekisar Merah. Sayang ras [...]

    6. Di desa Karangsoga, mata pencaharian utama masyarakatnya adalah penyadap nira. Demikian pula dengan suami Lasi, Darsa, yang berangkat setiap sore untuk mengumpulkan hasil sadapannya di pagi hari. Suatu sore, hujan turun dengan derasnya bersama petir yang menggelegar. Naluri penyadap Darsa tahu bahwa sebaiknya ia tak nekat pergi mengumpulkan hasil sadapan. Tetapi jika ia tak pergi, bagaimana ia akan memberi makan istrinya, sebab jika hasil sadapan itu dibiarkan semalam maka tak akan ada gula bagu [...]

    7. Kalau cuma menilai dari segi cerita, mungkin gue cuma kasih 1 bintang. Alurnya datar, konfliknya kurang menggigit, dan tokoh-tokohnya nggak ada yang bikin gue simpati. Nggak kayak Ronggeng Dukuh Paruk, yang biar gue cuma baca edisi masih disensornya dan gue nggak ngerti nyambungnya akhir Lintang Kemukus Dini Hari sama Jantera Bianglala tuh apa, tetap meninggalkan kesan yang dalam.Tapi memang, keahlian Ahmad Tohari dalam menulis buku tuh ada di deskripsi latarnya, dan juga persoalan rakyat jelata [...]

    8. Lasi si bekisar merah, Bambung sang bekisar menyiratkan kehidupan Indonesia yang mencoba membangun dirinya. Kekuasan diatas kemelaratan rakyatnya. Saya rasa sampai sekarang masih ada fenomena itu di Indonesia.Ahmad Tohari secara polos mengungkapkan fenomena tersebut. Apa adanya.

    9. Awalnya saya membaca cuplikan buku ini dari modul Bahasa Indonesia. Pada saat itu materinya adalah Novel. Kebetulan guru Bahasa Indonesia saya adalah penggemar karya-karya Ahmad Tohari dan ia menjelaskan tentang buku ini dengan antusiasme yang sangat tinggi. Antusiasme itu pun menular pada saya dan kemudian saya pun mulai membaca buku ini. Oleh karena sudah banyak yang membahas jalan cerita buku ini (dan tentu para calon pembaca buku ini sudah membaca sinopsisnya sebelumnya), maka saya akan meng [...]

    10. Beli ini hanya karena tidak sengaja nemu di bazar buku obral, iseng comot dengan iming-iming nama Ahmad Tohari di sampulnya. Sebelum ini, sekalipun, saya belum pernah baca karya-karya AT, tapi karena tiap kali jalan-jalan ke toko buku, pasti buku-buku beliau selalu ada di deretan display Best Seller, jadi yah let's try. Dan ternyata hasilnya setelah baca? saya suka! Meski harus saya akui alur kisahnya yang berasa sinetron, tapi yah sudahlah mari kita menilai aspek lain saja. Penokohan, pendeskri [...]

    11. Akhirnya selesai juga baca buku yang sudah ditimbun bertahun-tahun ini. Belakangan lagi fokus mengurangi timbunan dan ternyata susah juga fokusnya Hmm walaupun banyak yang membandingkan-bandingkan novel ini dengan trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, saya sendiri belum bisa ngasih perbandingan karena belum baca bukunya sama sekali. Selama baca buku ini, mood naik turun. Kadang semangat baca terus kadang bosan. Bosan karena cerita tentang Lasi ini terlalu sinetron. Tapi yang namanya pak Ahmad Tohari, ca [...]

    12. Menceritakan segala penderitaan perempuan kampung yang berwajah ayu jejepangan. Saat kecil ia diejek karena "berbeda". Saat dewasa pun sama menderita karena harus rela menjadi gundik para penggede di ibu kota. Wajah cantik memang tidak menjamin kebahagiaan. Meski ia berlimpahan dengan kekayaan dan kemewaha. Namun, hatinya tak bahagia karena harus membayar itu semua dengan menjadi bonenka mainan pria yang telah "membelinya".

    13. Seperti buku-buku Ahmad Tohari lainnya, banyak 'isi' yang terkandung di dalamnya. Apalagi tentang kehidupan desa.

    14. Novel Ahmad Tohari ini sebenarnya biasa-biasa saja. Konflik yang sangat lumrah bahkan di dunia sinetron pertelvisian sering diangkat. Tetapi apa tidak ada yang menarik dari buku ini? Coba lihat bagaimana Ahamd Tohari bercerita dan mendiskrispikan dunia pedesaan di desa Karangsoga. (inilah yang saya sangat sukai dari novel ini, ngiri bagaimana Ahamd Tohari berkisah dan menggambarkan lingkungan pedesaan). Novel ini gabungan dari dua novel Bekisar Merah dan Belantik.Judul novel BEKISAR MERAH setida [...]

    15. Buku pertama di tahun 2017 yayyyy!!!tokoh Lasi dan Kanjat mengingatkan saya pada Srintil dan Rasus "Ronggeng Dukuh Paruk", bahkan ceritanya pun hampir sama. Lasi perempuan yang 2x menikah eh 3x ding kan sama Kanjat akhirnya, merupakan perempuan desa yang tak berdaya karena keadaan, ditipu disodorkan pada kemewahan yang menuntut balasanapa itu??? ya pemuasan birahi kaum petinggi, siapa saja mereka??? ya itu si Handerbeni dan Bambungduuh mereka ini benar2 kuuiiiirrrriiiikkkk

    16. Kisahnya mudah, berkisar kehidupan gadis kampung, Lasi@Lasiah yang lugu. Dikecewakan suami yg dikasihnya sehingga membuang diri ke kota Jakarta. Berlindung bawah mancukari sehingga bertemu pegawai kerajaan untuk dijadikan madu. Berpindah suami disebabkan habuan dunia, sehingga terpaksa lari dengan teman waktu kecil. Jodoh yang dicari2 rupanya ditentukan sejak kecil. Lasiah akhirnya berkahwin dengan Kanjat teman usia kecilnya, terpaksa berpisah, diculik lelaki kaya untuk digendong dimajlis keraia [...]

    17. Seorang teman pernah menanyakan pada saya, pilih Bekisar Merah atau Ronggeng Dukuh Paruk. Lalu baru pagi ini saya bisa menjawabnya.Buku Ahmad Tohari ketiga yang saya baca. Di halaman-halaman awal romansa kekhasan AT seperti sudah terendus.Bekisar Merah diawali dengan kehidupan rumah tangga Darsa dan Lasi. Seperti kebanyakan warga Desa Karangsoga lainnya, mereka hidup dari hasil nira kelapa. Setiap hari, Darsa menyadap nira kelapa. Sebagai penderes, dengan penghasilan seadanya, namun cinta Lasi s [...]

    18. Novel ini sukses men-kruwes-kruwes hati saya. Ahmad Tohari ini ceritanya selalu tentang orang-orang kecil. Bikin empati tuh terasah mulu. Bukan karena kesusahan atau kesederhanaan hidupnya. Justru karena cara mereka berserah diri dan keterbelakangan informasi yang mereka dapat. Tokoh cowok-cowoknya juga selalu adorable. Dari jamannya Rasus di Ronggeng Dukuh Paruk, sampai Kanjat di Bekisar Merah. Bahasa Ahmad Tohari termasuk mudah dipahami. Sederhana tapi ngena.Bekisar Merah ini berkisah tentang [...]

    19. sederhana, tapi sarat makna.Masih dengan penggambaran pemandangan desa , kali ini desa Karangsoga, yang demikian damai, kehidupan para penyadap nira yang miskin, keluarga pembuat gula merah yang hanya bisa berpikir makan apa hari ini.Cerita di buka tentang kehidupan penderes nila di Desa Karangsoga. salah satunya adalah Darsa, yang merasa sangat beruntung karena memiliki istri secantik Lasi. Lasi anak keturunan Jepang-Indonesia, dengan kekhasan fisik yang tampak berbeda dengan pemuda lain di Des [...]

    20. Saya memutuskan membeli novel ini karena tertarik dengan penulisnya. Ya, ini novel Ahmad Tohari pertama yang saya baca setelah sebelumnya saya sempat menghadiri seminar dan bedah buku beliau di kampus. Kebetulan, karena saya studi di salah satu universitas yang menjadi kota asal beliau. Novel beliau yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk sudah sangat terkenal, namun saya belum sempat membacanya. Padahal di perpustakaan fakultas tersedia. Hahaha. Novel ini sendiri terbagi dua bagian, yaitu Bekisar Me [...]

    21. Dalam novel 'Bekisar Merah' ini, Ahmad Tohari seperti biasanya: menghadirkan tulisan yang mendetail (selalu mampu menuliskan hal-hal yang seringkali dianggap tidak terlalu penting, misal katak, cicak, dan perintilan-perintilan lainnya) yang begitu menggugah, menghadirkan suasana pedesaan yang menjadi salah satu kekuatan yang dimiliki Tohari, selalu menyelipkan perumpaan-perumpaan yang berkaitan alam, menghadirkan tokoh-tokoh yang polos, selalu menghadirkan penceritaan yang secara garis menggamba [...]

    22. Salah satu yang menjadikan buku ini 'tidak biasa' adalah kemampuan penulisnya dalam mendeskripsikan setiap detil keindahan alam dan konflik batin yang dialami masing-masing tokoh. Meskipun bisa dibilang tidak ada satu pun tokoh dalam Bekisar Merah yang bisa dibilang berkarakter kuat, namun dengan kelihaian penulis mengolah kata, semua jadi terpoles dengan rapi dan terasa indah.Lasi adalah gadis lugu dari Desa Karangsoga. Diceritakan dia adalah seorang gadis blasteran Jawa-Jepang. Pernikahan pert [...]

    23. Saya suka gaya tutur bahasa pak Ahmad Tohari. Buku ini memiliki tokoh utama Lasi, seorang anak di desa Karangsoga, peranakan Jawa-Jepang yang selalu dirundung kemalangan sejak ia kecil.Adalah Lasi, istri seorang penyadap nira bernama Darsa. Meski sudah 3 tahun menikah dan belum dikaruniai keturunan, mereka hidup tenteram. Hingga pada suatu waktu, Darsa mengalami "kodok lompat", sebuah ungkapan bila ada penderes yang jatuh dari pohon. Pamali bila diungkapkan secara terang-terangan. Darsa beruntun [...]

    24. Bekisar Merah adalah analogi yang diberikan untuk Lasi. Dia adalah keturunan campuran Indonesia-Jepang. Ketika lasi mengenakan kimono merah, sungguh cantik sekali dipandang. Sayang karakter Lasi di novel ini tak membuat saya terkesima. Kurang kokoh dan tak bisa mempunyai prinsip. Menangis adalah wajar tapi jika sering dilakukan,orang lain pun akan bosan.Lasi bukanlah orang kota, dia lahir dan tumbuh besar di Karangsoga. Sebuah desa yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai penyadap nira dan men [...]

    25. Sebagai novel etnografis, Tohari dalam novel ini memberikan informasi mengenai kehidupan para penyadap nira. Setting tempat pada novel ini adalah sebuah desa di Jawa dan Jakarta, dengan kisaran waktu era pemerintahan Soekarno. Tokoh utama dalam novel ini adalah seorang peranakan Jepang-Jawa (bernama Lasi) yang karena kecantikannya diperebutkan oleh para jutawan-jutawan (berkaitan dengan nilai mata uang) pada masa itu. Jutawan-jutawan ingin mendapatkan Lasi hanya untuk mendapatkan kebanggaan kare [...]

    26. Membaca buku karya Ahmad Tohari berarti menguatkan diri untuk mampu terus membaca segala kepedihan dan kegetiran yang ada. Seperti trilogi 'Ronggeng Duku Paruknya' yang sungguh-sungguh getir, Bekisar Merah juga berasa sama, dengan kadar - yang menurut saya - jauh lebih lunak. Membaca prosa Ahmad Tohari berarti siap dengan kalimat-kalimat yang indah tapi juga sederhana, jujur, dan kadang membawa pembaca ke "rasa" yang berbeda. Aku menyukai buku ini, mesti sempat berhenti membacanya demi menguatka [...]

    27. Ini kali pertama saya menulis review untuk sebuah buku setelah sekian lama menjadi pengguna pasif . Terus terang, buku ini memang membuat saya jadi agak bosan, entah kenapa. Mungkin karena garis besar cerita yang terlalu jelas pada sinopsisnya. Saya jadi membaca karena penasaran pada 'akhir cerita', bukan penasaran pada kejadian yang akan terjadi pada bab selanjutnya. Karena kenyataannya, sangat sedikit kejutan yang terdapat dalam buku ini. Tapi terlepas dari pendapat pribadi saya tadi, secara g [...]

    28. Beli buku ini, karena kesulitan mencari buku belatik yang menjadi buku lanjutan dari bekisar merah. Cumannya karena disatukan bukunya, jadi berasa banget, kisah di Belatik banyak pengulangan kisah dari Bekisar Merah. Dan ceritanya kok jadi drama baget yaaak seperti cerita di layar kaca.Happily ever after too good to be true yaaa semacam itulah.Tapinya tetep suka sama tulisan ahmad tohari yang menggambarkan kehidupan pedesaan dengan nilai-nilai yang dijaga.kutipan dari buku Belatikagar hidup bisa [...]

    29. Terjadi kesalahan ambil buku saat memilih untuk membaca buku ini, yang ada dalam pikiran pengen baca buku penulis lain sebenarnya, tapi malah mengambil buku ini dari tumpukan belum dibaca.Saat membaca sudah kepikiran penceritaannya mirip-mirip Ronggeng Dukuh Parukat sampai dihalaman terakhir dihalaman tentang penulis lah memang ini Ahmad Tohari penulisnya.Detil, dengan dialog-dialog sederhana,menyinggung kondisi sosial dan politik, Bekisar Merah menceritakan kisah hidup seorang wanita dusun bern [...]

    30. "Red Bekisar abounds in charming descriptions of the village life in Karangsoga, the daily life of the coconut tappers, the making of brown sugar, and the feudal economy of a rural society as yet untouched by technological and cultural modernity. This is the novel’s strength as well as its weakness; the neat division of the simple country and corrupt city at times minimizes the gravity of the pastoral in the lives of the characters and turns it into local color. . . Red Bekisar is an entertain [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *